Sabtu, 03 Agustus 2013

Telah Hadir 
Solusi Kebutuhan Desain anda
ARIA + DESAIN
Menerima Pesanan desain BALIHO,BANNER,SPANDUK,KAOS,BANDO JALAN,dll
Menerima pula pembuatan NEON BOX,materi promosi lain,perizinan,pemasangan,dll sesuai kebutuhan anda
Menerima pula pembuatan kaos,jaket,polo dll
"Percayakan Desain anda kepada kami"
 info hubungi 087859717576

Minggu, 05 Mei 2013


Heidi Yunus: Menikmati Profesi Promotor

Awalnya merasa tak sengaja terjun ke dunia bisnis, namun kini Hedi Yunus justru merasa mulai menikmati profesi barunya sebagai promotor musik. Hal tersebut tentu saja benar adanya. Betapa tidak, selama ini pemilik nama asli Hedi Suleiman ini berkecimpung di dunia hiburan sebagai penyanyi solo

maupun di grup band Kahitna. “Ini bidang yang baru bagi saya,” jelasnya kepada EXCELLENT BUSINESS MAGZ yang mewawancarainya secara khusus di kawasan Taman Kemang.
            Meski pekerjaan barunya ini tak jauh dari dunia musik, namun tetap saja ada hal-hal baru yang didaapatkan di HY Project, perusahaan event organizer (EO) yang dipimpinnya itu. Misalnya saja adalah hal tawar-menawar harga dengan artis yang akan diusung dalam events yang digelarnya. “Tapi mereka ‘kan banyak teman-teman sendiri, jadi ada kemudahannya juga,” tegas pria yang sudah pandai menari Sunda Klasik di usia enam tahun ini.

Merasa Ada Tantangan
Bisnis ini bagi Hedi sebenarnya suatu ketidaksengajaan. Awalnya dia ditarik oleh Ria Martha, temannya. Pada suatu ketika Ria menelepon Hedi untuk memintanya main ke kantornya. “Aku juga minta bantuannya ketika mau ke Amerika Serikat tahun 2010 untuk cari sponsor. Saat ngobrol, tiba-tiba ngomongin tentang konsep, dan lain-lain. Akhirnya Ria saranin, kenapa gak bikin EO? Saya bilang. Saya tahu apa itu EO, tugasnya juga tahu. Tapi kalau untuk menjalankannya, belum sih,” ujar penyanyi yang masih betah melajang ini.
“Saya bukannya tipe pemalas. Misalnya untuk kerjaan, ‘kan ada bagian-bagiannya. Cuma untuk urusin diri sendiri saja sering saya anggap gampangan. Kalau memikirkan event  ‘kan harus benar-benar berpikir melayani dan meladeni,” tutur Hedi.
            Awalnya Hedi sudah menolak habis-habisan ajakan Ria tersebut. “Sebenarnya saya malas banget. Saya sudah menolaknya,” ujar Hedi. Tapi Ria tiba-tiba menggiring Hedi untuk bertemu dengan pihak Gudang Garam. Tanpa sengaja, Hedi menyetujuinya. Dia pun merasa ada tantangan dan semangat yang lain. “Di awal saya sudah bilang kalau saya belum menguasai bidang EO, sehingga saya belum bisa mengerjakan secara maksimal,” ujar pemilik 8 album solo ini.
            Debut awal Hedi sebagai promotor musik bermula di awal tahun 2011. Proyek pertamanya adalah menggelar konser Kla Project di 8 kota. Hedi mengakui dirinya masih bingung dengan profesi barunya itu pada konser-konser di empat kota pertama. “Saya masih bengong. Untungnya saya punya tim yang solid. Tim yang mengerti tugasnya, tim yang kuat. Akhirnya tur Kla Project yang 8 kota itu mendapat nilai yang sangat memuaskan bagi pihak sponsor. Padahal HY Project baru dua bulan berdiri. Dari situ saya bisa merasakan nikmatnya,” ujar Hedi.


Heidi Yunus: Menikmati Profesi Promotor

Awalnya merasa tak sengaja terjun ke dunia bisnis, namun kini Hedi Yunus justru merasa mulai menikmati profesi barunya sebagai promotor musik. Hal tersebut tentu saja benar adanya. Betapa tidak, selama ini pemilik nama asli Hedi Suleiman ini berkecimpung di dunia hiburan sebagai penyanyi solo

maupun di grup band Kahitna. “Ini bidang yang baru bagi saya,” jelasnya kepada EXCELLENT BUSINESS MAGZ yang mewawancarainya secara khusus di kawasan Taman Kemang.
            Meski pekerjaan barunya ini tak jauh dari dunia musik, namun tetap saja ada hal-hal baru yang didaapatkan di HY Project, perusahaan event organizer (EO) yang dipimpinnya itu. Misalnya saja adalah hal tawar-menawar harga dengan artis yang akan diusung dalam events yang digelarnya. “Tapi mereka ‘kan banyak teman-teman sendiri, jadi ada kemudahannya juga,” tegas pria yang sudah pandai menari Sunda Klasik di usia enam tahun ini.

Merasa Ada Tantangan
Bisnis ini bagi Hedi sebenarnya suatu ketidaksengajaan. Awalnya dia ditarik oleh Ria Martha, temannya. Pada suatu ketika Ria menelepon Hedi untuk memintanya main ke kantornya. “Aku juga minta bantuannya ketika mau ke Amerika Serikat tahun 2010 untuk cari sponsor. Saat ngobrol, tiba-tiba ngomongin tentang konsep, dan lain-lain. Akhirnya Ria saranin, kenapa gak bikin EO? Saya bilang. Saya tahu apa itu EO, tugasnya juga tahu. Tapi kalau untuk menjalankannya, belum sih,” ujar penyanyi yang masih betah melajang ini.
“Saya bukannya tipe pemalas. Misalnya untuk kerjaan, ‘kan ada bagian-bagiannya. Cuma untuk urusin diri sendiri saja sering saya anggap gampangan. Kalau memikirkan event  ‘kan harus benar-benar berpikir melayani dan meladeni,” tutur Hedi.
            Awalnya Hedi sudah menolak habis-habisan ajakan Ria tersebut. “Sebenarnya saya malas banget. Saya sudah menolaknya,” ujar Hedi. Tapi Ria tiba-tiba menggiring Hedi untuk bertemu dengan pihak Gudang Garam. Tanpa sengaja, Hedi menyetujuinya. Dia pun merasa ada tantangan dan semangat yang lain. “Di awal saya sudah bilang kalau saya belum menguasai bidang EO, sehingga saya belum bisa mengerjakan secara maksimal,” ujar pemilik 8 album solo ini.
            Debut awal Hedi sebagai promotor musik bermula di awal tahun 2011. Proyek pertamanya adalah menggelar konser Kla Project di 8 kota. Hedi mengakui dirinya masih bingung dengan profesi barunya itu pada konser-konser di empat kota pertama. “Saya masih bengong. Untungnya saya punya tim yang solid. Tim yang mengerti tugasnya, tim yang kuat. Akhirnya tur Kla Project yang 8 kota itu mendapat nilai yang sangat memuaskan bagi pihak sponsor. Padahal HY Project baru dua bulan berdiri. Dari situ saya bisa merasakan nikmatnya,” ujar Hedi.